Aerial & LiDAR
Geospasial
Marine & Hydrography
Pulsar Solution
Monitoring System
Agriculture & Precision Farming
Sensor Drone & Payload
UAV
Software
Integrated System
Disaster Migation
Mining
Infrastructure
Agriculture & Plantation
Marine & Water Resources
EPC & Industrial
Energy & Utilities
Sensor Drone & Payload
UAV
Software
Integrated System
Marine & Water Resources
Indonesia
Water depth, sediment thickness, sedimentation volume, 3D bathymetric model, cross-section profile
Pelabuhan merupakan salah satu infrastruktur vital dalam industri Oil & Gas yang digunakan sebagai jalur distribusi logistik, mobilisasi peralatan, hingga aktivitas sandar kapal operasional dan tongkang. Seiring waktu, proses sedimentasi alami dapat menyebabkan perubahan kedalaman dasar perairan yang berpotensi mengganggu keselamatan navigasi maupun efisiensi operasional pelabuhan.
Untuk memastikan area pelabuhan tetap memenuhi standar operasional, diperlukan kegiatan survei batimetri secara berkala sebagai dasar evaluasi kondisi dasar perairan dan perencanaan pengerukan apabila diperlukan.
Pada proyek ini, PT Oseanland Survei Indonesia mendemonstrasikan metode survei batimetri menggunakan Unmanned Surface Vehicle (USV) HB1200 Dual Frequency sebagai solusi modern yang mampu menghasilkan data kedalaman, ketebalan sedimen, serta estimasi volume sedimentasi secara cepat, aman, dan akurat.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung kebutuhan monitoring rutin kondisi dasar perairan yang dilaksanakan secara berkala, umumnya 1–2 kali setiap tahun, sehingga perubahan morfologi dasar pelabuhan dan akumulasi sedimen dapat teridentifikasi sejak dini.
Data hasil survei digunakan sebagai dasar dalam:
Lingkup pekerjaan meliputi:
Lokasi survei berada pada area pelabuhan yang digunakan untuk aktivitas kapal operasional dan kapal tongkang. Mobilitas kapal yang tinggi mengharuskan kegiatan survei dilakukan secara efisien tanpa mengganggu aktivitas operasional.
Selain itu, kondisi pasang surut mempengaruhi elevasi muka air selama pengukuran sehingga diperlukan metode survei yang mampu menghasilkan data dengan referensi elevasi yang konsisten dan akurat.
Untuk menjawab tantangan tersebut, PT Oseanland Survei Indonesia menerapkan solusi survei batimetri terintegrasi menggunakan USV HB1200 Dual Frequency yang dikombinasikan dengan GNSS RTK berpresisi tinggi.
Penggunaan teknologi ini memungkinkan survei dilakukan tanpa menempatkan operator secara langsung di atas perairan, sehingga meningkatkan aspek keselamatan sekaligus mempercepat proses akuisisi data.
Melalui teknologi Dual Frequency Echosounder, sistem tidak hanya mengukur kedalaman dasar perairan, tetapi juga mampu membedakan lapisan dasar keras dan lapisan sedimen lunak. Informasi tersebut menjadi dasar dalam menghitung ketebalan sedimen serta estimasi volume sedimentasi secara lebih akurat.
| Equipment | Fungsi |
| USV HB1200 Dual Frequency Echosounder | Platform survei batimetri tanpa awak untuk mengukur batimetri |
| GNSS Stonex S880 (RTK) | Memberikan posisi horizontal dan vertikal berpresisi tinggi. |
| SLHydro Sounder | Akuisisi data sounding. |
| Hydromagic | Pengolahan data batimetri. |
| Global Mapper | Analisis spasial dan visualisasi hasil survei. |
Alur pengolahan data pada proyek ini dilakukan sebagai berikut:
USV + Dual Frequency Echosounder
↓
GNSS RTK
↓
Akuisisi Data
↓
Processing
↓
Digital Terrain Model
↓
Analisis Ketebalan Sedimen
↓
Perhitungan Volume Sedimentasi
↓
Peta Batimetri & Visualisasi 3D
Hasil survei menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan akuisisi data secara stabil dengan area pengukuran sekitar 3,8 hektare yang dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar 30 menit menggunakan metode RTK Radio.
Analisis batimetri menunjukkan variasi kedalaman dasar perairan berkisar antara sekitar -5 meter hingga -18 meter, dengan pola morfologi dasar yang relatif landai menuju area perairan yang lebih dalam.
Melalui analisis perbedaan data High Frequency dan Low Frequency, diperoleh estimasi ketebalan sedimen rata-rata sekitar 0,169 meter, dengan ketebalan maksimum mencapai 0,859 meter. Perhitungan volume menunjukkan adanya akumulasi sedimen sekitar 5.786 m³ pada area survei sekitar 33.702 m².
Implementasi solusi ini memberikan sejumlah manfaat bagi operasional pelabuhan, antara lain:
Demonstrasi berhasil menunjukkan bahwa teknologi survei batimetri berbasis USV mampu memberikan data yang akurat, efisien, dan mudah diintegrasikan ke dalam proses evaluasi kondisi pelabuhan. Solusi ini memberikan alternatif modern untuk kegiatan monitoring rutin yang sebelumnya mengandalkan metode survei konvensional.
Monitoring kondisi dasar perairan merupakan bagian penting dalam menjaga kelancaran operasional pelabuhan, khususnya pada industri Oil & Gas yang memiliki mobilitas kapal tinggi. Dengan memanfaatkan teknologi USV HB1200 Dual Frequency, proses survei batimetri dapat dilakukan secara lebih aman, cepat, dan menghasilkan informasi yang lebih komprehensif dibanding pengukuran kedalaman konvensional.
Selain menyajikan data batimetri, solusi ini juga mampu mengidentifikasi ketebalan sedimen dan menghitung volume sedimentasi sebagai dasar dalam menentukan kebutuhan pengerukan secara lebih efektif. Hasilnya, pengelola pelabuhan memperoleh data yang lebih akurat untuk mendukung pengambilan keputusan dan menjaga keberlanjutan operasional fasilitas pelabuhan.
Contact our enterprise specialists today for a personalized consultation and a custom quote tailored to your industry’s needs.