Aerial & LiDAR
Geospasial
Marine & Hydrography
Pulsar Solution
Monitoring System
Agriculture & Precision Farming
Sensor Drone & Payload
UAV
Software
Integrated System
Disaster Migation
Mining
Infrastructure
Agriculture & Plantation
Marine & Water Resources
EPC & Industrial
Energy & Utilities
Sensor Drone & Payload
UAV
Software
Integrated System
Monitoring Eceng Gondok
Indonesia
Elevasi permukaan
Waduk Saguling merupakan salah satu infrastruktur strategis dalam pengelolaan sumber daya air di Jawa Barat yang berperan penting dalam mendukung kebutuhan pembangkit listrik, pengendalian banjir, serta penyediaan air baku. Namun, pertumbuhan eceng gondok (Eichhornia crassipes) yang tidak terkendali menjadi tantangan tersendiri karena dapat menghambat aliran air, mengurangi kapasitas tampung waduk, mengganggu aktivitas operasional, serta menurunkan kualitas ekosistem perairan.
Sebagai pengelola waduk, pihak pengguna memiliki tanggung jawab untuk melakukan monitoring terhadap pekerjaan pengerukan eceng gondok yang dilaksanakan oleh kontraktor. Untuk memastikan progres pekerjaan dapat dievaluasi secara objektif, dibutuhkan data spasial yang akurat mengenai luas tutupan eceng gondok setiap bulan.
PT Oseanland Survei Indonesia menghadirkan solusi pemetaan udara berbasis VTOL LiDAR yang mampu menghasilkan informasi geospasial secara cepat dan akurat sebagai dasar evaluasi luasan eceng gondok, sekaligus mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan waduk.
Tujuan utama proyek ini meliputi:
Lingkup pekerjaan meliputi:
Lokasi survei berada pada kawasan Waduk Saguling dengan karakteristik medan berbukit pada elevasi sekitar 700–780 mdpl. Area survei berada pada aliran sungai menuju waduk dengan kontur yang bervariasi sehingga memerlukan strategi penerbangan yang matang.
Kondisi lapangan juga memiliki tantangan berupa kecepatan angin berkisar 6–8 m/s, yang cukup memengaruhi performa wahana VTOL. Selain itu, proses take-off dan landing harus dilakukan pada area terbuka dengan kebutuhan ruang minimum sekitar 5 × 5 meter agar operasi dapat berlangsung dengan aman.
Alih-alih hanya mengandalkan kemampuan perangkat, PT Oseanland Survei Indonesia menerapkan engineering approach yang disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Untuk menghadapi kondisi angin yang cukup tinggi, tim melakukan penyesuaian terhadap durasi penerbangan. Meskipun platform VTOL memiliki kemampuan terbang hingga sekitar dua jam, durasi operasional dibatasi menjadi sekitar 1,5 jam guna menjaga cadangan daya baterai dan memastikan proses landing tetap aman.
Pada area berbukit, tim melakukan analisis topografi sebelum survei dimulai untuk menentukan lokasi take-off pada titik dengan elevasi tertinggi, kemudian membagi Area of Interest (AOI) menjadi beberapa misi penerbangan agar ketinggian relatif sensor terhadap permukaan tetap berada pada rentang optimal.
Sementara itu, untuk memenuhi aspek regulasi penerbangan, seluruh kegiatan diawali dengan proses pengurusan NOTAM (Notice to Airmen) sehingga pelaksanaan survei dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa keberhasilan survei tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kemampuan tim engineering dalam merancang metode pelaksanaan yang sesuai dengan kondisi lapangan.
| Equipment | Function |
|---|---|
| VTOL LiDAR | Akuisisi data spasial dan pemetaan 3D menggunakan teknologi laser scanning. |
| GNSS Stonex S980A | Base station PPK untuk menghasilkan posisi berpresisi tinggi selama proses pemetaan. |
| Software Point Cloud Processing | Pengolahan data LiDAR menjadi model permukaan. |
| Software GIS | Delineasi area eceng gondok serta perhitungan luas dan perimeter. |
Pengurusan perizinan penerbangan (NOTAM) dan koordinasi dengan instansi terkait.
Analisis topografi, pemilihan lokasi take-off, pembagian Area of Interest, serta penyusunan jalur terbang.
Pelaksanaan penerbangan VTOL dan pengambilan data LiDAR menggunakan metode PPK.
Pengolahan point cloud, penyusunan model permukaan, dan interpretasi data spasial menggunakan perangkat lunak pemetaan.
Digitasi area tutupan eceng gondok, perhitungan luas, perimeter, dan penyusunan laporan monitoring.
VTOL LiDAR
↓
GNSS PPK
↓
Point Cloud Processing
↓
Surface Model
↓
Digitasi Tutupan Eceng Gondok
↓
Perhitungan Luas & Perimeter
↓
Laporan Monitoring Bulanan
Pelaksanaan survei berhasil mencakup area pemetaan sekitar 400 hektare dengan waktu akuisisi sekitar 2,5 jam yang terbagi dalam 2 flight mission.
Hasil interpretasi data menunjukkan estimasi luas tutupan eceng gondok sebesar ±150,816 hektare, yang selanjutnya digunakan sebagai dasar evaluasi kondisi waduk dan monitoring pekerjaan pengerukan.
Output utama yang dihasilkan meliputi:
Implementasi solusi ini memberikan berbagai manfaat bagi pengelola waduk, antara lain:
Monitoring tutupan eceng gondok secara berkala merupakan langkah penting dalam menjaga fungsi operasional waduk sekaligus memastikan efektivitas pekerjaan pengendalian vegetasi air. Melalui kombinasi teknologi VTOL LiDAR, GNSS berpresisi tinggi, dan pendekatan engineering yang disesuaikan dengan kondisi lapangan, PT Oseanland Survei Indonesia mampu menghadirkan solusi pemetaan yang cepat, akurat, dan aman.
Lebih dari sekadar menghasilkan peta, solusi ini memberikan informasi kuantitatif mengenai luas dan batas sebaran eceng gondok yang dapat digunakan sebagai dasar evaluasi pekerjaan kontraktor, perencanaan pengendalian vegetasi, serta monitoring perubahan kondisi waduk secara berkelanjutan. Pendekatan ini memungkinkan pengelola waduk memperoleh data yang konsisten setiap bulan sehingga proses pengambilan keputusan menjadi lebih objektif, efisien, dan berbasis data.
Contact our enterprise specialists today for a personalized consultation and a custom quote tailored to your industry’s needs.